Sabtu, 07 Maret 2015

Luka

Oleh Redi Antara

Luka lama kambuh kembali
Menjalar disetiap hati
Semakin parah

Janji-janji dilangkah ini
Hanya usap
Hanya sentuh telinga, lalu pergi

Bahkan malam yang biasa singgah
Enggan menyapa pada sang bulan

Sastra dan Agama



Penulis memulai esai ini dengan pembahasan mengenai sastra. Penulis merasa penting membahas sastra lebih dahulu karena dari sastralah penulis akan mencari hubungan antara sastra dan agama. Selain itu, pembahasan agama yang juga membahas sastra belum banyak penulis temukan, tetapi banyak pembahasan sastra yang tidak lepas dari pembahasan mengenai agama. Dengan cara seperti ini, penulis berharap mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa memberikan gambaran mengenai hubungan sastra dan agama. Istilah sastra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘tulisan’ atau ‘karangan’. Sastra biasanya diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Indah dan baik ini menjadi fungsi sastra yang terkenal dengan istilah dulce et utile. Bentuk fisik dari sastra disebut karya sastra. Penulis karya sastra disebut sastrawan (Bagyo S. (ed), 1986: 7).

Jumat, 06 Maret 2015

Biografi Andrea Hirata - Penulis Novel

Andrea Hirata, Biografi, novelis, penulisAndrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung 24 Oktober 1982, Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan.

Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir ia diberi nama Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, Andrea pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, ia masih merasa terbebani dengan nama itu. Alhasil, ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja.

“Andrea diambil dari nama seorang wanita yang nekat bunuh diri bila penyanyi pujaannya, yakni Elvis Presley tidak membalas suratnya,” ungkap Andrea.

Kamis, 05 Maret 2015

Biografi Sastrawan (Tere Liye)

Siapa yang sudah pernah membaca karya Tere Liye?
Bagi sahabat yang sudah pernah baca baik sekali atau mungkin beberapa kali mambaca dari karya Tere Liye pasti akan memberikan komentar yang sama dengan saya “Bagus Banget” hehe. Nama “Tere Liye” merupakan nama pena seorang penulis berbakat tanah air. Tere Liye sendiri di ambil dari bahasa India dan memiliki arti untukmu
Meskipun Tere Liye bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller. Tapi kalau anda mencari biodata atau biografi Tere Liye, Rasanya kita akan menemukan sedikit karena hampir tidak ada informasi mengenai kehidupannya serta keluarganya. Coba saja anda cek sendiri dalam novel karya Tere Liye terus lihat di bagian belakang “tentang penulis’ di novelnya, maka tidak ada yang bisa kita temukan informasi mengenai tere liye. 
Berbeda dari penulis-penulis yang lain, Tere Liye memang sepertinya tidak ingin di publikasikan ke umum terkait kehidupan pribadinya. Mungkin itu cara yang ia pilih, hanya berusaha memberikan karya terbaik dengan tulus dan sederhana. Namun, dalam postingan kali ini saya akan coba sedikit berbagi terkait biografi Tere Liye. Semoga bisa menjadi referensi tambahan bagi rekan-rekan yang sedang mencari informasinya. 

Macam-macam Karya Sastra

Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syairpantun , gurindam dan hikayat .


a. Syair

Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak . Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).

b. Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan . Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi . Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun “versi pendek” (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah “versi panjang” (enam baris atau lebih).


Peran pantun

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Seringkali bercampur dengan bahasa-bahasa lain. Berikut contoh pantun (sebetulnya adalah karmina) dari kalangan pemuda:

Mawar merah tumbuh di dinding
Jangan marah, just kidding


Selasa, 23 April 2013

TOKOH SASTRA INDONESIA

Asmarani Rosalba




Asmarani Rosalba adalah seorang sastrawan yang lahir di Jakarta tahun 1972
dalam keterjunanya di dunia sastra ia berhasil menmbuat buah karya yaitu:

Buku
* Derai Sunyi, novel, mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA)
* Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa, diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
* Cinta Tak Pernah Menar, kumpulan cerpen, meraih Pena Award
* Rembulan di Mata Ibu (2001), novel, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
* Dialog Dua Layar, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
* 101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
* Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.

Hubungan baik dengan teman sedunianya sering kali membuatnya lebih dekat sehinga dalam
karya - karyanya dia juga berkolaborasi dengan sastrawan lain yaitu:

* Ketika Penulis Jatuh Cinta, Penerbit Lingkar Pena, 2005
* Kisah Kasih dari Negeri Pengantin, Penerbit Lingkar Pena, 2005
* Jilbab Pertamaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
* Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman, Penerbit Lingkar Pena, 2005
* Jatuh Bangun Cintaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
* Gara-gara Jilbabku, Penerbit Lingkar Pena, 2006
* Galz Please Don’t Cry, Penerbit Lingkar Pena, 2006
* The Real Dezperate Housewives, Penerbit Lingkar Pena, 2006
* Ketika Aa Menikah Lagi, Penerbit Lingkar Pena, 2007
* Karenamu Aku Cemburu, Penerbit Lingkar Pena, 2007
* Catatan Hati di Setiap Sujudku, Penerbit Lingkar Pena, 2007.
* Badman: Bidin
* Suparman Pulang Kampung
* Pura-Pura Ninja
* Catatan Hati di Setiap Sujudku (kumpulan tulisan dari mailing list).


Arifin Chairin Noer


Arifin Chairin Noer sastrawan indonesia yang lahir 10 Maret 1941 - 28 Mei 1995
dalam karyanya ia lebih banyak terjun dalam dunia perfilman tentunya menjadi sutradara film.

Film yang di sutradarainya

* Melawan Badai 1974
* Taksi 1990
* Petualang petualang 1978
* Pengkhianatan G.30.S/PKI 1984
* Biarkan Bulan Itu 1986
* Djakarta 1966 1982
* Pengkhianatan G-30-S P.K.I. 1982
* Rio Anaku 1973
* Bibir Mer 1991
* Suci Sang Primadona 1977
* Tasi oh Tasi 1992
* Cas Cis Cus 1989
* Harmonikaku 1979
* Serangan Fajar 1981
* Matahari Matahari 1985
* Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa 1979
* Ari Setya Ardhi (Jakarta, 31 Mei 1967–Jambi, 17 Februari 2006)
* buku puisi, di antaranya Kelabu I-II (1986-1987),
* Sajak Matahari (1991),
* Etude (1993),
* Opus (1996),
* Metro (1998)
* Tembang Antar Benua (Manuskrip, 1998).


Ada karyanya yang berbentuk buku cerita yang umumya ia buat dengan penyair lain meliputi:

* Dari Hutan Bakau,
* Batu Beramal I
* Dari Negeri Poci 3,
* Mimbar Penyair Abad 21
* Zamrud Khatulistiwa


Arswendo Atmowiloto





Arswendo Atmowiloto seorang sastrawan yang lahir Solo, Jawa Tengah, 26 November 1948dan sebenarnya mempunyai nama asli Sarwendo

Dalam dunia tulis - menulis banyak buku yang merupakan hasil karyanya yaitu:

1. Abal-abal (1994)
2. Airlangga (1985)
3. Akar Asap Neraka (1986)
4. Anak Ratapan Insan (1985)
5. Auk (1994)
6. Bayiku yang Pertama: Sandiwara Komedi dalam 3 Babak (1974)
7. Berserah itu Indah: kesaksian pribadi (1994)
8. Canting: sebuah roman keluarga (1986)
9. Darah Nelayan (2001)
10. Dewa Mabuk (2001)
11. Dua Ibu (1981)
12. Dukun Tanpa Kemenyan (1986)
13. Dusun Tantangan (2002)
14. Fotobiografi Djoenaedi Joesoef: Senyum, Sederhana, Sukses (2005)
15. Garem Koki (1986)
16. Imung
17. Indonesia from the Air (1986)
18. Kadir (2001)
19. Keluarga Bahagia (2001)
20. Keluarga Cemara 1
21. Keluarga Cemara 2 (2001)
22. Keluarga Cemara 3 (2001)
23. Khotbah di Penjara (1994)
24. Kiki
25. Kisah Para Ratib (1996)
26. Lukisan Setangkai Mawar: 17 cerita pendek pengarang Aksara (1986)
27. Mencari Ayah Ibu (2002)
28. Mengapa Bibi Tak ke Dokter? (2002)
29. Mengarang Itu Gampang
30. Menghitung Hari (1993)
31. Oskep (1994)
32. Pacar Ketinggalan Kereta (skenario dari novel "Kawinnya Juminten" (1985)
33. Pengkhianatan G30S/PKI (1986)
34. Pesta Jangkrik (2001)
35. Projo & Brojo (1994)
36. Saat-saat Kau Berbaring di Dadaku (1980)
37. Sang Pangeran (1975)
38. Sang Pemahat (1976)
39. Sebutir Mangga di Halaman Gereja: Paduan Puisi (1994)
40. Senja yang Paling Tidak Menarik (2001)
41. Senopati Pamungkas (1986/2003)
42. Serangan Fajar: diangkat dari film yang memenangkan 6 piala Citra pada Festival Film Indonesia (1982)
43. Sudesi: Sukses dengan Satu Istri (1994)
44. Suksma Sejati (1994)
45. Surkumur, Mudukur dan Plekenyun (1995)
46. Telaah tentang Televisi (1986)
47. Tembang Tanah Air (1989)
48. The Circus (1977)


Armijn Pane





Armijn Pane terlahir kedunia di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 18 Agustus 1908 - Jakarta, 16 Februari 1970

Banyak sunbangsihnya dalam bidang sastra meliputi:

* Puisi

o Gamelan Djiwa. Jakarta: Bagian Bahasa Djawa. Kebudayaan Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. 1960
o Djiwa Berdjiwa, Jakarta: Balai Pustaka. 1939.

* Novel

o Belenggu, Jakarta: Dian Rakyat. Cet. I 1940, IV 1954, Cet. IX 1977, Cet. XIV 1991

* Kumpulan Cerpen

o Djinak-Djinak Merpati. Jakarta: Balai Pustaka, Cet. I 1940
o Kisah Antara Manusia. Jakarta; Balai Pustaka, Cet I 1953, II 1979

* Drama

o Antara Bumi dan Langit”. 1951. Dalam Pedoman, 27 Februari 1951


A.S. Dharta


A.S. Dharta adalah sastrawan yang lahir di Cibeber, Cianjur, 7 Maret 1924,dan menutup matanya di Cibeber, Cianjur, 7 Februari 2007

Karya dalam bidang sastra meliputi:

* Saidjah dan Adinda (naskah drama, adaptasi novel karya Multatuli yang diterjemahkah Bakri Siregar)
* Rangsang Detik (kumpulan sajak, 1957)

Asep S. Sambodja

Asep S. Sambodja Sastrawan yang lahir di Solo, 15 September 1967

Dalam dunia sastra ia banyak membuahkan karya :

Buku puisinya:

* Menjelma Rahwana (1999)
* Kusampirkan Cintaku di Jemuran (2006)
* Ballada Para Nabi (2007).

Sajak yang termuat dalam antologi bersama: Graffiti Gratitude (2001), Cyberpuitika:

* Antologi Puisi Digital (2002)
* Bisikan Kata
* Teriakan Kota (2003)
* Dian Sastro for President! (2005),
* Les Cyberlettres: Antologi Puisi Cyberpunk (2005)
* Nubuat Labirin Luka
* Antologi Puisi untuk Munir (2006)
* Mekar di Bumi (2006)
* Jogja 5,9 Skala Richter (2006)
* Legasi: Antologi Puisi ASEAN (2006)

Esai-esainya masuk dalam Cyber Graffiti:


* Polemik Sastra Cyberpunk (2004)
* Dari Kampus ke Kamus (2005)


Asrul Sani





Asrul Sani Terahir di Rao, Sumatra Barat, 10 Juni 1926, meninggal di Jakarta, 11 Januari 2004) adalah seorang sastrawan dan sutradara film asal Indonesia

Karyanya meliputi:

* Tiga Menguak Takdir (kumpulan sajak bersama Chairil Anwar dan Rivai Avin, 1950)
* Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat (kumpulan cerpen, 1972)

* Mantera (kumpulan sajak, 1975), Mahkamah (drama, 1988)
* Jenderal Nagabonar (skenario film, 1988)
* Surat-Surat Kepercayaan (kumpulan esai, 1997)

Bukan hanya itu dia juga aktif dalam terjemahan diantara karyanya:

* Laut Membisu (karya Vercors, 1949)
* Pangeran Muda (terjemahan bersama Siti Nuraini; karya Antoine de St-Exupery, 1952)
* Enam Pelajaran bagi Calon Aktor (karya Ricard Boleslavsky, 1960)
* Rumah Perawan (novel Yasunari Kawabata, 1977)
* Villa des Roses (novel Willem Elschot, 1977)
* Puteri Pulau (novel Maria Dermount, 1977)
* Kuil Kencana (novel Yukio Mishima, 1978)
* Pintu Tertutup (drama Jean Paul Sartre, 1979)
* Julius Caesar (drama William Shakespeare, 1979)
* Sang Anak (karya Rabindranath Tagore, 1979)
* Catatan dari Bawah Tanah (novel Fyodor Dostoyeski, 1979)
* Keindahan dan Kepiluan (novel Yasunari Kawabata, 1980)
* Inspektur Jenderal (drama Nicolai Gogol, 1986)

Selain menerjemah dia juga sebagai sutradara film

Film yang disutradarainya:

* "Pagar Kawat Berduri" (1963)
* "Apa yang Kau Cari, Palupi" (1970)
* "Salah Asuhan" (1974)
* "Bulan di Atas Kuburan" (1976)
* "Kemelut Hidup" (1978)
* "Di Bawah Lindungan Kaabah" (1978)


Ayatrohaedi


Ayatrohaedi Sastrawan yang terlahir di Jatiwangi, Majalengka, 5 Desember 1939–Sukabumi, 18 Februari 2006)

Karya yang pernah ditorehkankanya:

* Hujan Munggaran (1960)
* Kabogoh Téré (1967)
* Pamapag (1972)

Karyanya dalam bahasa Indonesia antara lain

* Panji Segala Raja (1974)
* Pabila dan di mana (1976)
* Senandung Ombak (terjemahan, 1976)
* Kacamata Sang Singa (terjemahan, 1977)http://spiritskul.blogspot.com/search/label/Tokoh%20Tokoh%20Sastra

Kamis, 28 Maret 2013

Perkembangan Sastra Indonesia

Sastra lahir dari proses kegelisahan sastrawan atas kondisi masyarakat dan terjadinya ketegangan atas kebudayaannya. Sastra sering juga ditempatkan sebagai potret sosial. Ia mengungkapkan kondisi masyarakat pada masa tertentu. Ia dipandang juga memancarkan semangat zamannya. Dari sanalah, sastra memberi pemahaman yang khas atas situasi sosial, kepercayaan, ideologi, dan harapan-harapan individu yang sesungguhnya merepresentasikan kebudayaan bangsanya. Dalam konteks itulah, mempelajari sastra suatu bangsa pada hakikatnya tidak berbeda dengan usaha memahami kebudayaan bangsa yang bersangkutan. Dengan perkataan lain, mempelajari kebudayaan suatu bangsa tidak akan lengkap jika keberadaan kesusastraan bangsa yang bersangkutan diabaikan. Di situlah kedudukan kesusastraan dalam kebudayaan sebuah bangsa. Ia tidak hanya merepresentasikan kondisi sosial yang terjadi pada zaman tertentu, tetapi juga menyerupai pantulan perkembangan pemikiran dan kebudayaan masyarakatnya.