Penulis memulai esai ini dengan
pembahasan mengenai sastra. Penulis merasa penting membahas sastra lebih
dahulu karena dari sastralah penulis akan mencari hubungan antara
sastra dan agama. Selain itu, pembahasan agama yang juga membahas sastra
belum banyak penulis temukan, tetapi banyak pembahasan sastra yang
tidak lepas dari pembahasan mengenai agama. Dengan cara seperti ini,
penulis berharap mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa memberikan
gambaran mengenai hubungan sastra dan agama. Istilah sastra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘tulisan’ atau ‘karangan’. Sastra biasanya diartikan sebagai
karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah
artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik
artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Indah dan baik ini
menjadi fungsi sastra yang terkenal dengan istilah dulce et utile. Bentuk fisik dari sastra disebut karya sastra. Penulis karya sastra disebut sastrawan (Bagyo S. (ed), 1986: 7).